Rabu, 10 Juni 2009

AVAILABLE


By: Kak Melina

Available/Siap sedia, adalah kesediaan orangtua menghadirkan dirinya ketika anak membutuhkan kehadiran orangtua di luar jadwal waktu yang tersedia. Biasanya waktu-waktu ini menjadi waktu yang krusial bagi anak contoh ketika ia sakit, mendapat nilai yang buruk, kehilangan orang yang dikasihinya. Tetapi selain berusaha untuk ada pada saat-saat susah, lebih berarti lagi bila kita ada bagi mereka pada saat kemenangan seperti kesaksian berikut ini.

Kurt Warner adalah seorang pemain gelandang juara Super Bowl yang juga merupakan pengikut Kristus yang tahu menempatkan prioritas dalam hidupnya. Suatu hari timnya yang bernama St. Louis Rams menang kejuaraan untuk masuk kompetisi Super Bowl, sehingga diadakanlah pesta besar-besaran bagi seluruh tim. Tetapi Kurt Warner berkata, “Maaf teman-teman, saya tidak bisa hadir dalam pesta ini karena saya telah berjanji kepada keluarga saya untuk ada di rumah bersama mereka malam ini!”

Bayangkan betapa terkejut & kecewanya teman-temannya mendengar Kurt tidak bisa hadir. Tetapi Kurt memilih keluarganya karena merekalah yang menjadi prioritas utamanya. Malam itu Kurt makan pizza bersama istri & anak-anaknya. Anak-anaknya memberi kejutan khusus dengan memberikan kartu buatan sendiri yang diberi warna khas tim St. Louis yaitu biru-emas dengan banyak gambar hati. Inilah yang ditulis oleh anak-anak Kurt kepada ayahnya,”Ayah bukan hanya pemain gelandang yang jagoan, tetapi juga seorang ayah yang hebat!!!”

Anak-anak Kurt tahu bahwa mereka berada di daftar teratas prioritas ayah mereka karena ayah mereka mengusahakan dirinya untuk ada bersama mereka.

PRESENT


By: Kak Melina

Kita tidak bisa mengatakan kita mengasihi anak kita bila kita tidak bisa meluangkan waktu kita untuk mereka. Kebutuhan terbesar seorang anak adalah kehadiran orangtuanya yang diwujudkan dalam bentuk waktu yang dilewatkan bersama mereka. Seorang anak harus mendapat kesan bahwa dirinyalah yang menjadi prioritas yang terpenting dalam hati orangtuanya. Kita dapat membuat diri mereka penting dengan cara :
  1. Membuat waktu yang dijadwalkan : Buat 1 hari khusus dalam seminggu untuk bersama mereka, gunakan waktu tsb untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan misal : bermain PS bersama, bermain basket atau nonton dvd anak. Ciptakan waktu khusus dalam 1 hari misal sarapan atau makan malam bersama, bacakan cerita sebelum tidur, mendengarkan cerita anak tentang kegiatannya hari itu. Semua ini tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama tetapi menciptakan waktu yg berkualitas.

  2. Hadirkan diri anda ketika anda tidak ada di rumah. Kita patut bersyukur untuk teknologi sekarang ini yang membantu kita untuk menghadirkan diri kita. Gunakan telepon, email untuk berkomunikasi dengan anak.

  3. Beri kejutan-kejutan kecil yang menyenangkan seperti tulisan “Mama/Papa Love U” yang ditempel di kotak makannya atau disembunyikan di tempat pensilnya. Coklat Top yg diberi pita & tulisan “I LoveU”, oleh-oleh dari tempat kita pergi.

  4. Waktu untuk melihat kegiatan anak. Usahakan kita mempunyai waktu untuk melihat aktivitas anak seperti pertandingan basketnya, pentas seninya, bahkan bukan saja waktu perlombaan tetapi kita perlu sekali-kali melihat mereka ketika latihan.


So Let do it & be PRESENT for our Child!

P-A-L


By: Kak Melina

Sebagai orang tua sebaiknya kita menjadi sahabat karib (Pal) bagi anak-anak kita, jangan biarkan mereka berpaling kepada orang lain, apalagi kepada orang-orang yg tidak mengerti kebenaran. Firman Tuhan memperingatkan kita bahwa salah memilih sahabat menyebabkan akibat yg fatal. Pergaulan yg buruk merusak kebiasaan yg baik. Tentu kita semua ingin menjadi sahabat karib bagi anak-anak kita. Pertanyaannya sahabat karib yang seperti apa yang mereka ingin? Apakah Pal yg suka nongkrong bareng? Yg bisa bicara gaul? Ternyata bukan Pal seperti itu yg mereka inginkan. Mereka lebih membutuhkan Pal yang :

P = Present = hadir, ada bagi mereka
A = Available = siap sedia bagi mereka
L = Listening = mau mendengarkan mereka

So mari kita sama-sama belajar merebut hati anak-anak kita dengan menjadi PAL yang baik bagi mereka.

HURT !


By: Kak Melina


Sebagai orangtua kita, bila anak kita sedang belajar menghafal Firman Tuhan, maka biasanya kita memberikan ayat favorit para orangtua, yaitu Kolose 3 : 20 “Hai anak-anak taatilah orangtuamu dalam segala hal, karena itulah hal yang indah di mata Tuhan” Tetapi kita lupa menghafalkan ayat 21,”Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.”


Bila Kolose 3 : 21 menjadi rhema bagi kita, maka kita akan belajar kapan & bagaimana mendisiplinkan anak kita. Kita akan belajar mendisiplinkan tanpa mempermalukan mereka. Contoh : kita mendapat laporan dari guru bahwa anak kita memukul anak lain sampai memar. Tidak bijaksana bila kita mendisiplinkan anak kita dengan memukulnya di depan guru & teman-temannya. Lebih bijaksana bila kita meminta maaf pada guru & orangtua anak tersebut & mendisiplinkan anak kita di rumah.


Let’s Do :

1. Carilah tempat yang pribadi bila ingin memarahi anak kita, jangan di depan umum atau di depan adik & kakaknya.

2. Lakukan disiplin dengan tenang, tidak dalam keadaan emosi atau marah.

3. Tanyakan apakah ia tahu kesalahannya & jelaskan mengapa ia harus disiplin.

4. Berilah displin yang sesuai dengan tingkat kesalahannya. Contoh : bila anak memecahkan barang pasti tidak sama bentuk disiplinya dengan bila ia berbohong. Mungkin untuk memecahkan barang ia cukup ditegur tapi untuk berbohong ia perlu dirumahkan selama 3 hari.


Ams 19 : 18 “Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya”